Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Kemarin

Kemarin langit sangat gelap, segelap suasana hatiku. Kemarin pula hujan bukan hanya sekedar menoleh dan menyapa sang bumi, melainkan hujan benar-benar turun mengunjungi sang bumi dalam jangka waktu yang lama. Memberikan aroma tanah yang seketika menjadi aroma favorite ku. Banyak yang mengeluh saat hujan turun, tapi tidak dengan ku. Terimakasih untuk hujan yang sudah menentramkan hati ku yang kelam ini. Masalah silih berganti dalam kehidupanku, mulai dari kepahitan yang diciptakan oleh sekelompok orang yang disebut keluarga hingga kepahitan yang diciptakan oleh seorang teman. Beruntunglah kali ini aku tidak merasakan kepahitan yang diciptakan oleh sesuatu yang beranama cinta. Ingin sekali rasanya menangis, tapi kembali mengingat perkataan sang nenek yang membuatku enggan untuk menangis. Banyak kata-kata yang ingin aku luapkan untuk sang hujan dan petir, banyak sekali keluh kesal yang ingin aku lontarkan, tetapi aku tak sanggup mengungkapkan itu semua. Ingin sekali rasanya berteriak di...

Sebuah kalimat dari sang Nenek

Senja datang kembali hari ini, namun kali ini ia datang membawa kabar buruk. Kabar buruk bersama sang petir yang terus menyapa langit. Langit hari ini bewarna gelap, tidak seindah hari sebelumnya. Banyak kabar buruk yang terus silih berganti, banyak rasa sakit yang terus mengalir. Terkadang aku berpikir, apakah tidak ada obat untuk mengalihkan semua rasa sakit ini? Atau tidak ada kah seseorang yang ingin mengerti tentang rasa sakit ini? Ingin sekali rasanya menangis. Disaat ingin menangis aku teringat sebuah kalimat dari sang nenek yang sudah tiada, kira-kira seperti ini kalimatnya. "Saat petir menyambar hatimu, jangan menangis. Tersenyumlah, karena sang petir pernah dengan senang hati menyelinap masuk ke dalam hati mu ." Aku selalu mengingat sebuah kalimat itu, kalimat keramat yang hingga sekarang menjadi penyemangat ku untuk menjalani hidup ini. Hidup yang amat sangat sesak, bagai terhimpit dua dinding yang saling berdekatan. Tapi tersenyumlah karena semua hal itu pernah ...