Sore itu, langit mendung tak beraturan serta angin kencang melampaui batas. Dia datang ke rumah ku, menyapa lalu bertanya, "Ayah ada di rumah?" sembari menengok ke dalam rumah. Aku tersenyum lalu menggeleng. Lucu gelagatnya, seperti ingin mengajak ayah ku berkencan, bukan diriku. "Ada apa?" tanyaku sembari membuka lebar pintu rumah. "Mau ngobrol-ngobrol aja, boleh?" dia tersenyum, sangat manis. Aku suka. "Boleh atuh , sini masuk. Motornya udah di parkir di dalem kan?" "Udah dong," muncul lagi senyumnya. Aku mengiringinya untuk duduk di atas karpet, bukan sofa. Lebih suka ngadeprok ceunah . Tidak lupa membawa bingkisan yang sejak tadi digenggamnya, aku hanya tersenyum. Tingkahnya selalu seperti ini. Menepuk-nepuk bagian belakang celananya sebelum duduk di atas karpet. "Mau kopi?" tawarku yang belum duduk. "Boleh, gulanya dikit aja ya hehe." seperti biasa, tidak suka manis katanya. Aku menga...